Di dalamnya ada empat blok yang merupakan bagian dari koridor timur yang digarap dengan metode pertambangan terbuka alias open pit.
Keempatnya yaitu Blok Toka, Blok Kopra, Blok Alaskar, dan yang terbesar yaitu Blok Araren.
Baca Juga:
Tambang Emas Ilegal di Mali Runtuh, 48 Wanita Tewas Tertimbun
Untuk Blok Araren, diameternya pun mencapai sekitar 1 kilometer.
Blok ini juga tak hanya menjadi yang terbesar secara ukuran, tapi juga kandungan emasnya.
Kalau rata-rata tingkat kandungan di kawasan ini sekitar 2 gram emas per ton material, maka di Blok Araren ini mencapai lebih dari 3 gram.
Baca Juga:
PT Citra Palu Minerals Latih Ibu Rumah Tangga Poboya Buat Pupuk Cair Organik
Adapun hingga 2020, jumlah cadangan emas di koridor timur yang ditempati oleh keempat blok ini mencapai 3,9 juta ounces.
Sedangkan, lokasi yang saat ini dikembangkan oleh Archi Indonesia adalah koridor barat yang berpotensi menggunakan metode underground mining.
Potensi tambahan cadangan emasnya lebih besar lagi, yaitu 5,3 sampai 13 juta ounces.