WahanaNews - Sulut | Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana alam di Provinsi Sulut.
"Akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Sulut, mengakibatkan beberapa wilayah mengalami banjir dan tanah longsor," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Sulut dan Gorontalo, Ali Ahmad Najih Amsari di Manado, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga:
Terseret Skandal Hibah Gereja, Eks Gubernur Sulut Bongkar Hal Ini di Depan Penyidik
Namun, katanya, bencana paling besar terjadi di Kota Manado, kemudian Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan.
"Sampai saat ini kami sudah menyalurkan CBP bencana sebanyak 120 ton di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud," paparnya.
Pihaknya saat ini merencanakan menyalurkan CBP ke Kota Manado.
Baca Juga:
Usai Tolak Pagar di Pesisir, Nelayan di Manado Jadi Tersangka
"Bulog akan segera menyalurkan CBP bencana, tapi harus ada permintaan dari pemerintah daerah," katanya.
Penggunaan beras CBP, katanya, karena terjadi bencana alam, rawan pangan, maupun bencana lainnya di suatu daerah dan harus berdasarkan permintaan dari bupati maupun wali kota.
Setiap kabupaten dan kota memiliki beras CBP 100 ton dan pemprov 200 ton berlaku selama satu tahun saja.