Kondisi Garuda pun akan semakin rentan dengan arus kas yang kian tipis apabila timbul kebijakan pengetatan pergerakan kembali ke depannya.
Baca Juga:
Borong 5 Emas di SEA Games 2025, Martina Ayu Terima Bonus dari Presiden Prabowo
Tanggapan Garuda
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan, kemungkinan gagalnya restrukturisasi perseroan merupakan pandangan dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas perseroan.
“Kementerian BUMN melihat berbagai kemungkinan melalui perspektif yang lebih luas atas berbagai opsi-terkait langkah pemulihan kinerja Garuda Indonesia,” ujar Irfan.
Baca Juga:
Stok Beras Nasional Capai 3,3 Juta Ton, Bulog Siap Hadapi Lonjakan Kebutuhan 2026
Namun, ia menyebut, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas Garuda masih memiliki berbagai opsi untuk memilihkan kinerja perseroan.
Ia juga meyakini, kinerja perusahaan akan berangsur membaik seiring dengan peningkatan tren pergerakan masyarakat. [non]