Dia menjelaskan, rencana tersebut telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila restrukturisasi dan negosiasi yang sedang dijalani Garuda Indonesia tak berjalan mulus.
"Benar, karena kalau recovery penumpang udara meningkat, akan terjadi shortage serius jumlah pesawat di Indonesia. Ini karena banyak sekali pesawat yang di-grounded oleh lessor,” ujar Kartika alias Tiko, seperti dikutip pada Rabu (20/10/2021).
Baca Juga:
Memperkuat Lintas Sektor Dalam Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat,Bupati Karo Buka Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026
Tiko menilai, opsi penutupan Garuda tetap terbuka meski berstatus sebagai maskapai flag carrier.
Alasannya, saat ini sudah lazim sebuah negara tidak memiliki maskapai yang melayani penerbangan internasional.
Baca Juga:
Lepas Peserta Pawai Takbiran,Bupati Karo: Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kebersamaan,Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman Masyarakat
Alasan Pemerintah Siapkan Pelita Air
Pemerintah memiliki alasan menyiapkan Pelita Air sebagai pengganti Garuda.
Meski Garuda bisa diselamatkan, nyaris mustahil maskapai itu dapat bisa melayani penerbangan jarak jauh lagi, misalnya ke Eropa.