Menurut Arya, rendahnya kepemilikan saham tersebut membuat pengaruh yayasan terhadap GSI rendah.
Adapun Yayasan Adaro Bangun Negeri berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan yang dipimpin oleh Boy Thohir, saudara Erick Thohir.
Baca Juga:
MK Korea Selatan Putuskan Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol Hari Ini
"Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen (kepemilikan saham). Jadi, bisa dikatakan, yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR," kata dia.
Di sisi lain, lanjut Arya, Erick sendiri sudah tak aktif di Yayasan Adaro Bangun Negeri sejak diangkat menjadi Menteri BUMN.
Sehingga, Erick tak lagi terlibat dalam urusan bisnis ataupun urusan lainnya di yayasan tersebut.
Baca Juga:
Sembilan Poin Sikap Indonesia terhadap Tarif 32% yang Ditetapkan Donald Trump
"Jadi sangat jauhlah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR, jauh sekali. Jangan tendensius seperti itu, harus lebih clear melihat semua," jelasnya. [non]