Hal ini dilakukan guna menghalau perasaan trauma dan memberikan hiburan selama tinggal sementara di pengungsian.
Sementara itu, pos kesehatan juga sudah didirikan di Gedung Gereja Betel Paninteang, Desa Lesah, Kabupaten Sitaro.
Baca Juga:
Polda Kaltara Menghadapi Kekurangan 5.755 Personel untuk Optimalisasi Tugas
Tim dari Dinas Kesehatan, PMI, termasuk relawan lainnya terus memberikan layanan kesehatan dan membagikan masker secara rutin, menyusul erupsi Gunung Ruang yang masih terjadi secara berkala dan menyemburkan abu vulkanik yang dapat berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Unsur dari TNI dan Polri juga terus melakukan gotong royong bersama berbagai pihak untuk pembersihan jalan-jalan dari batu, kerikil serta pasir abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Ruang saat erupsi.
Banyaknya material vulkanik itu telah menyebabkan sebanyak 363 unit rumah dan dua gereja rusak.
Baca Juga:
BPBD Temanggung Terus Salurkan Bantuan Air Bersih ke Daerah Kekeringan Meski Hujan
Kemudian PLN SulutGo juga telah melakukan perbaikan jaringan listrik yang sebelumnya padam akibat dampak erupsi untuk memudahkan tim satgas dalam upaya penyelamatan dan evakuasi warga, termasuk langkah lainnya dalam rangkaian operasi penanganan darurat.
Tim satgas gabungan telah mendirikan posko induk di Desa Apengsala, Kecamatan Tagulandang, yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari kaki Gunung Ruang.
Pos induk ini menjadi pusat komando lintas pemangku kepentingan (stakeholder) untuk koordinasi, laporan perkembangan, dan segala rangkaian penanganan darurat di Kabupaten Sitaro.