"Itu saya yang biayai," beber dia.
Home stay miliknya hanya bangunan satu tingkat dengan bentuk rumah adat minahasa.
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
"Ini dulunya hanyalah lahan kosong yang terlupakan, lantas dibangun home stay.
Rumah asli saya di belakang ini," ujar dia. Ia menuturkan, total biaya pembangunan 105 juta.
Khusus bangunan berjumlah 49 juta. "Interiornya seharga 6 juta," katanya.
Baca Juga:
Belanja Pakai Uang Palsu, Wanita di Kawasan Kemang Jaksel Diciduk Polisi
Sebut dia, pembangunan rumah tersebut dikelola secara kelompok.
Hal itu untuk memudahkan kontrol pembangunan
"Satu kelompok berisi 7 kepala keluarga. Di kelompok ini sayalah bendaharanya," ujar dia.