WahanaNews-Likupang | BRIN dan BMKG sempat menjadi sorotan karena perbedaan prakiraan cuaca akhir tahun.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut lembaga negara yang memiliki otorisasi terkait prakiraan cuaca yakni BKMG.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
"Kalau masalah ini otoritasnya itu kan ada di BMKG ya, otoritasnya," kata Ma'ruf, di Istana Wapres Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/12/2022).
Ma'ruf menyampaikan meski ada peneliti lain yang bicara soal prakiraan cuaca, menurutnya BMKG yang harus tetap jadi pegangan.
Dia menegaskan lagi BMKG yang memiliki otoritas terkait prakiraan cuaca.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
"Jadi saya kira mungkin ada peneliti yang mungkin belum divalidasi datanya sehingga sempat mengumumkan hasil penelitiannya tapi yang harus dijadikan pegangan dari BMKG karena dia yang memiliki otoritas," ucapnya.
Sebelumnya, Peneliti klimatologi BRIN Erma Yulihastin sempat memaparkan potensi hujan ekstrem hingga badai dahsyat terjadi pada 28 Desember 2022 di wilayah Jabodetabek.
BMKG pun memiliki prediksi prakiraan cuaca, namun berbeda dari analisis Erma.