Desa ini dulu tak begini.
Dahulu dikenal sebagai tempat jin buang anak saking terpencilnya.
Baca Juga:
Bupati Karo Lepas Peserta Pawai Pra-Paskah GPdI Tanah Karo
Air harus ditimba sejauh tiga kilo. Tak ada listrik.
Pekerjaan penduduknya hanya petani, nelayan dan tukang. Serba miskin. Serba tertinggal.
Tribun bertemu dengan Rivan Lagu, salah satu pemilik home stay.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Minta Kajatisu "Bersihkan" Kejari Karo
Rumahnya dua tingkat. Bagian atas berbentuk adat Minahasa dan berbahan kayu.
Itulah tempat menginap turis. Luasnya 6 kali 6. Terdapat ruang dalam, ruang tamu, sebuah kamar dan sebuah kamar mandi.
"Ini sudah rampung 95 persen, tinggal cat saja," katanya.