SULUT.WAHANANEWS.CO, Manado - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi pada tahun 2025 mencapai 5,66 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Sulut yang mencapai 5,66 persen berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional," kata Gubernur Yulius di Manado, Senin (27/4/2026).
Baca Juga:
Daerah Ini Jadi Sorotan, Karena Ramai Pasangan Kumpul Kebo
Beberapa capaian indikator ekonomi lainnya, lanjut Gubernur, adalah investasi yang masuk sepanjang tahun lalu.
"Total investasi kita yang masuk mencapai Rp10,2 triliun, dengan kontribusi investasi asing atau Penanaman Modal Asing sebesar Rp4,1 triliun," ujarnya.
Di tahun lalu, kata Gubernur, pemerintah daerah telah menetapkan upah minimum provinsi sebesar Rp4 juta, di mana angka tersebut menempatkan provinsi ujung utara Sulawesi tersebut nomor tiga UMP tertinggi setelah Jakarta dan Bekasi.
Baca Juga:
PLN UID Suluttenggo UP3 Palu Gelar Pelatihan Edukasi Ekosistem Green Energy
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut mencapai 76,32, angka tersebut didukung dimensi umur panjang dan hidup sehat sebesar 74,2.
"Kami juga memberikan apresiasi bagi Komisi IX yang juga pada beberapa waktu lalu ikut mendampingi sehingga Sulut boleh meraih penghargaan di bidang kesehatan," katanya menambahkan.
Gubernur menambahkan, luas wilayah daratan Sulut sebesar 14.488 kilometer persegi, dan terdiri dari 382 pulau, serta jumlah penduduk mencapai 2.772.440 jiwa.
Di Sulut juga terdapat tiga suku besar yaitu Suku Minahasa, Suku Bolaang Mongondow dan Suku Sangihe Talaud yang menempati tiga kabupaten kepulauan.
Dialog kunjungan kerja reses Komisi VII ke Kota Manado dihadiri Wakil Ketua Komisi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Ketua Chusnunia Chalim bersama anggota, mitra perwakilan kementerian terkait, Dirut LKBN Antara Benny Siga Butarbutar, pimpinan RRI dan TVRI, serta jajaran pejabat pemerintah pusat provinsi.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]