Theo mengacu pada sejarah. Di era perserikatan, banyak klub sepakbola asal Sulut yang berprestasi nasional.
"Ada klub Maesa kemudian Unoson, Panther dan lainnya," kata dia.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Klub sulut juga berprestasi di piala Suratin yang merupakan kompetisi usia anak dan remaja.
Sebut dia, Sulut pernah punya tiga tim yang berlaga di kompetisi liga Indonesia.
"Ada Persma, Persmin dan Persibom," ujar dia.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Saat PON lalu, kata dia, tim sepakbola sesungguhnya tampil menjanjikan. Hanya gugur karena faktor non teknis.
Kepada ketua Asprov Sulut terpilih, ia berharap harus mencintai sepakbola.
Harus menggelar kompetisi rutin dan pembinaan pemain usia muda.