Secara tidak langsung, hal ini juga akan berdampak baik bagi produk-produk ekonomi kreatif di daerah 5 (lima) Destinasi Super Prioritas, termasuk di Pulau Bangka, Likupang, Minahasa Utara.
Terdapat 6 (enam) fokus area pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas yang dicanangkan secara nasional, yaitu pengembangan tata ruang, akses dan konektivitas, fasilitas lokasi wisata, pemasaran, promosi, dan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga:
Regulasi Baru Pariwisata Bali: Wayan Koster Gaspol dengan SE No. 7 Tahun 2025
Sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata dalam lingkup fokus area pengembangan tersebut, Bank Indonesia Sulawesi Utara hadir menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kompetensi para pelaku usaha dan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama wisata Pulau Bangka.
Pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut koordinasi yang rutin dilakukan antara Bank Indonesia dengan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Kemenkomarve terkait Pengembangan DPSP Likupang, khususnya Pulau Bangka.
Dalam penyelenggaraan pelatihan pengembangan UMKM ini, Bank Indonesia bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Minahasa Utara dan IMUTS Pelatih Indonesia yang akan memberikan sosialisasi dan pelatihan.
Baca Juga:
Wamenpar Akui Efisiensi Anggaran Berdampak Besar pada Industri Event Bali
Pelatihan terhadap UMKM sendiri telah dilakukan oleh Bank Indonesia secara berkala dan berkelanjutan.
Bank Indonesia bahkan secara serius membina UMKM agar mampu bertumbuh dan berkembang demi meraih hasil maksimal.
“Melalui program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah baru untuk membentuk growth mindset sebagai pelaku UMKM sukses, mampu mengembangkan usaha yang dimiliki secara lebih produktif, serta turut menjadi penggerak dalam kesuksesan Pulau Bangka sebagai destinasi wisata prioritas di Likupang yang akan turut mendorong peningkatan kapasitas ekonomi daerah,” pungkas Arbonas. [jat]