WahanaNews-Likupang | Perayaan hut Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) provinsi Sulut ke - 252 bernuansa adat untuk melestarikan sebagai kearifan lokal dan pariwisata.
Ritual Sumela Kure yang hampir punah menjadi tontonan utama dalam perayaan tersebut.
Baca Juga:
Gelar Razia,Satres PPA danĀ PPO Polres Tanah Karo Angkut 18 Orang Pria dan Wanita dari Penginapan.
Begitu pula ritual sidang dewan adat dan berdoa di pasela - pasela. Masyarakat menyambut antusias konsep budaya itu.
Mereka berbondong - bondong menuju ke lokasi acara di lapangan Desa Kaima dan terlibat penuh.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Minut Joune Ganda yang diwakili Sekda Minut Rivino Dondokambey, Ketua DPRD Minut Denny Lolong, tokoh adat Tonsea yang juga mantan Bupati Minut Ramoy Markus Luntungan dan lainnya.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: Saatnya Memulai The New Parapat
Ketua Panitia Kegiatan Hut Desa Kaima Joutje Dengah mengatakan, budaya diangkat dalam perayaan hut desa Kaima dengan tujuan untuk melestarikannya sebagai kearifan lokal dan pariwisata.
"Budaya adalah karakteristik kita. Dengan budaya kita akan memiliki disiplin dan prinsip hidup," katanya.
Sebut dia, manusia modern dapat berdampingan dengan budaya tanpa kehilangan iman kepada Tuhan.