Sulut.WAHANANEWS.CO, Makassar - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
Hal ini ditunjukkan melalui sinergi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Panua yang dilintasi jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Marisa–Moutong di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Baca Juga:
“Kini Rumah Itu Tak Lagi Gelap” Cahaya Idul Adha Hadir di Rumah Ibu Daeng Kanang Lewat Program Light Up The Dream PLN UIP Sulawesi
Pembangunan jalur transmisi sepanjang ±1,05 kilometer tersebut melintasi sebagian kecil kawasan konservasi, dengan lebar bentangan sekitar 20 meter dan total area terdampak kurang lebih 3,8 hektare.
Seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta perlindungan ekosistem.
Sebagai bentuk komitmen, PLN bersama BKSDA Sulawesi Utara telah menyusun Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2026 sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Tebar Berkah Daging Qurban, 13 Hewan Disalurkan di Hari Raya Idul Adha
Program tersebut mencakup perlindungan dan pengamanan kawasan, pelestarian serta peningkatan populasi flora dan fauna, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
“PLN berkomitmen menghadirkan pembangunan ketenagalistrikan yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Melalui sinergi dengan BKSDA, kami memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai dengan prinsip konservasi,” ujarnya.